Senin, 12 Maret 2012

Kebaikan dan Kejahatan

Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah SAW. yang meriwayatkan hadis ini dari Tuhannya SWT., beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menetapkan yang baik dan yang jahat, dan telah menerangkan keduanya itu. Maka barangsiapa yang berkeinginan kepada kebaikan, kemudian ia tidak mengerjakannya, Allah akan mencatat di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia melaksanakannya, niscaya Allah akan mencatat di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, dan hingga sampai beberapa kali lipat banyaknya. Dan jika ia berkeinginan mengerjakan sesuatu kejahatan kemudian tidak dilakukannya, Allah akan mencatat di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia meneruskan keinginannya yang jahat itu dan melakukannya, Allah akan mencatatkan baginya satu kejahatan saja." [Riwayat Bukhari dan Muslim]

Allah berfirman “Dan tidak sama antara kebaikan dan kejahatan”.

Pada kenyataannya memang benar apa yang telah dikabarkan Alquran bahwa manusia terlalu banyak berbuat zalim, baik zalim pada Allah, pada dirinya sendiri maupun zalim pada orang lain. 

Dalam menghadapi kejahatan yang dilakukan seseorang kepada kita, Alquran memberikan petunjuk: “Tolaklah kejahatan itu dengan kebaikan".

Maksudnya adalah jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita balaslah kejahatannya itu dengan kebaikan. Jika ada orang yang jahat kepada kita dengan perbuatannya, dengan perkataannya atau dengan sesuatu yang lain maka balaslah hal itu dengan kebaikan. Jika ia memutus hubungan dengan kita, maka cobalah jalin hubungan baik dengannya. Jika ia menzalimi maafkanlah ia. Jika berbicara tentang kita janganlah dihiraukan. Apabila ia menjauhi kita dan tidak menghiraukan tetaplah berkata yang lembut dan mengucapkan salam kepadanya. 

Jika kita mampu membalas kejahatan dengan kebaikan niscaya kita akan mendapatkan faedah yang sangat besar.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar